Ide untuk membuat kelas origami sebenarnya sudah muncul sejak Perpustakaan Kelana dibuka di bulan ramadhan. Saat itu niatnya untuk mengadakan kegiatan kreatif anak sambil menanti buka puasa alias ngabuburit. Sayangnya, setelah bertanya ke sana ke sini, satu-satunya kawan yang saya kenal baik bisa mengajarkan origami hanya Mia yang tinggal di Bogor. Lokasinya cukup jauh sehingga saya juga harus memperhitungkan jam pulang Mia dari Jakarta hingga Bogor selepas shalat Isya. Ide membuat kelas origami tersebut pun menguap.

Pasca Idulfitri dan anak-anak masih menjalani liburan semester, Mia berniat untuk main ke Perpustakaan Kelana. Maka sekalian saja saya adakan kelas origami. Niatnya saya hendak memasang pengumuman terkait event kecil tersebut di pagar agar anak-anak sekitar mengetahui. Sayangnya menjelang hari H, kami disibukan dengan bolak-balik ke RS sehingga saya dengan sengaja tidak membuat pengumuman apa-apa.

Hari kamis 4 Juli 2018 itupun Mia tiba di rumah sekitar pukul 11. Di rumah ada dua anak yang sedang asyik membaca buku. Ketika pukul 12 siang, dua anak tersebut pulang untuk makan dan shalat. Kami berpesan agar nanti balik lagi untuk diajarkan origami.

Pukul 1, dua anak tersebut kembali lagi dan kami pun mulai membuat origami. Tidak lama satu anak datang lagi dan mulai ikutan. Selesai membuat origami bentuk, ia keluar rumah dan sepertinya menunjukan pada kawannya yang bertemu di jalan. Kawan tersebut pun tertarik hingga akhirnya ikutan. Begitu seterusnya hingga ada sekitar 5-7 anak yang ikut membuat origami bareng Kak Mia.

Terima kasih Kak Mia atas ilmunya. Semoga kapan-kapan bisa berbagi pengetahuan lagi di Perpustakaan Kelana.

Belajar membuat origami bareng Kak Mia

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *